Description

Bahasa Inggris belum lagi menjadi bahasa kedua bagi masyarakat Indonesia, tidak seperti yang terjadi di India ataupun Singapura. Bahasa Inggris hanyalah sebuah bahasa asing di negeri ini. Sebagai bahasa asing, penggunaan dan penyebaran bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari sangat sedikit dilakukan baik di kota-kota besar dan terutama di daerah-daerah. Hal ini sudah menjadi masalah besar mengingat pada kenyataannya, dunia pendidikan dan dunia usaha di Indonesia sudah benar-benar membuka dirinya pada dunia luar, yang notabene kita ketahui menggunakan bahasa Inggris.

Hampir 85 persen lowongan pekerjaan yang diberitakan di surat kabar, baik dari perusahaan skala nasional maupun internasional menghendaki calon pegawainya mampu berbahasa Inggris secara aktif maupun pasif. Bahkan tidak tanggung-tanggung standar nilai TOEFL tertentu pun sudah disertakan dalam persyaratannya.

Dunia pendidikan mengalami hal yang tidak jauh berbeda. Tidak hanya para calon mahasiswa yang hendak belajar diluar negeri, bahkan banyak perguruan tinggi negeri di Indonesia sudah menyertakan standar nilai TOEFL tertentu sebagai syarat menjadi mahasiswa baru. Meskipun pada kenyataannya standar tersebut tidaklah begitu tinggi, hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa di Indonesia sudah mulai dituntut untuk memiliki kemampuan berbahasa Inggris secara lisan maupun tulisan.

Menyikapi dua permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia tersebut, perusahaan-perusahaan mulai mengadakan pelatihan bahasa Inggris untuk para pegawainya, membentuk ‘english community’ di lingkungan kantor dan menerapkan ‘english day’ dalam setiap minggunya. Instansi-instansi sekolah pun mulai meningkatkan mutunya dengan berlomba-lomba menuju pada sekolah berstandar nasional dan internasional.

Ironisnya, besarnya keinginan tersebut tidak dibarengi dengan besarnya jumlah pendidik yang memiliki kapasitas sebagai pendidik bidang studi yang sekaligus mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Tidak banyak pendidik, sebagai juru mudi perubahan bangsa, memiliki kemampuan dan kemauan untuk meningkatkan mutu siswa maupun dirinya. Belum lagi cara pandang siswa terhadap pelajaran bahasa Inggris disekolah yang terkesan menganggap remeh. Cara belajar siswa menjadi masalah berikutnya dari kesulitan pendidikan bangsa ini.

Sebagai sebuah solusi atau alternatif cara belajar siswa, khususnya untuk meningkatkan kemampuan, kemauan dan ketertarikan pada bidang bahasa Inggris sekaligus memberikan motivasi belajar yang maju, Crazy English memiliki target dan tujuan;

  • Tujuan

Meningkatkan sumber daya manusia Indonesia terutama dalam penguasaan bahasa Inggris secara aktif.

Mencerdaskan kehidupan bangsa.

Mempersiapkan mesyarakat dalam menghadapi pesatnya kemajuan dunia.

Meningkatkan kualitas bangsa dengan penguasaan masalah-masalah yang terjadi di dunia.

Meningkatkan kewaspadaan terhadap budaya-budaya asing yang dikhawatirkan bisa merusak budaya bangsa.

  • Target

Meningkatkan mental, intensitas dan kebiasaan berbahasa Inggris dengan orang-orang di lingkungan sekitar.

Membuang rasa malu dan takut salah dalam berbicara bahasa Inggris.

Merubah image bahwa bahasa Inggris susah dan merepotkan.

Meningkatkan keberanian awal untuk berbicara bahasa Inggris secara bersama dalam suatu lingkungan (kesadaran kolektif).

Membangun lingkungan yang aktif dalam pembelajaran maupun praktek bahasa Inggris setiap hari.

Description

Crazy English adalah program pelatihan bahasa Inggris yang terintegrasi dengan pemberian motivasi belajar, metode belajar yang mudah dan menyenangkan serta pembentukan sebuah lingkungan yang bisa membangun, mengasah dan mempraktekkan bahasa Inggris sehari-hari.

Program ini dilaksanakan dengan sistem asrama sehingga memudahkan penerapan komunikasi bahasa Inggris selama 24 jam beserta pengawasannya. Program ini membutuhkan waktu yang cukup singkat tetapi padat dan efektif.

Tingkatan

Durasi

SMP

6 x 24 jam

SMA

6 x 24 jam

Mahasiswa

4 x 24 jam

Program Crazy English bisa diselenggarakan selama masa liburan, masa orientasi sekolah (MOS), program ramadhan atau event-event khusus lainnya. Program ini idealnya diikuti antara 40 – 55 siswa dalam setiap pelatihan .

Tempat penyelenggaraan program Crazy English sebaiknya dilakukan di lingkungan sekolah/kampus dimana peserta biasa beraktifitas sehingga diharapkan peserta juga akan terbiasa menggunakan bahasa Inggris di lingkungan tersebut nantinya.

Program ini paling tidak membutuhkan sarana sebagai berikut:

1. Minimal 3 ruangan kelas (indoor class).

2. Taman atau tempat lapang (outdoor class).

3. Ruang istirahat yang memadai bagi peserta putra.

4. Ruang istirahat yang memadai bagi peserta putri.

5. Ruang istirahat yang memadai untuk tutor/ trainer.

6. Ruang multimedia.

7. Musholla.

8. Kamar mandi yang memadai untuk peserta.

Leave a Reply